(Lamunan siang 14:30 di sebuah kantor Jatinegara, Jakarta, Indonesia… tempat Gw terjebak di dalamnya)
Apa yang seharusnya dilakukan … oleh Seorang yang Besar untuk Mencapai Kebesarannya …
…Emmmmm …. Berfikir … dan terus berpikir dalam kerja yang panjang.
Karena ia tahu bahwa …. Apa yang dilakukannya adalah bukan untuk dirinya … tetapi ..
Untuk Sesuatu yang Lebih Besar dari dirinya.
Bahwa diri adalah satu orang manusia saja …. Tidak terlalu berharga jika dibandingkan dengan …
Kesejahteraan Milyaran Manusia yang akan dibantunya.
Tidak apa apa kalau diri ini dikorbankan …menjadi rusak karena perjuangan …
Hehehe … Ini Mirip dengan adegan heroik di film-film ….
Ga gw sangka bakal melakukan hal ‘ada-ada aja’ yang sama.
Trus Gw bakal bilang “Ini pertempuranku … Pergilah kalian sana.” Hahahah…. Bodoh.
Oh iya …. Di sini ada istri saya …. Kasihan … kenapa ia menikahi orang macam saya …
Belum tentu aku bisa menyajikan hidangan kesenangan dalam romantika cinta …
Tapi jika menyangkut pertempuranku … tentu mau tidak mau ia akan terlibat … karena ia istriku.
… aku hanya tersenyum nyengir-nyengir kuda ngelihat nasibnya.
Satu hal lagi …. Aku ini belum menikah ( Hehehe) … gambaran diatas hanya picture khayalanku saja …
Tentang ‘betapa aku memahami … kalau mungkin aku akan terlambat nikah.”
Maklum seorang pejuang biasanya sendiri. Tapi Why … why … why …
Ya … karena mana ada akhwat mau nikah dengan ikhwan ‘kacau’ kaya gini. Ga kacau-kacau banget sih …
Cuma artinya … ia harus banyak bersabar ….. kalau
Suaminya banyak pulang malam …
Suaminya lagi miskin-miskinnya…. (belum dapat duit)
Suaminya banyak mikirin umat …
Suaminya punya banyak rahasia … (Hayoo… apa tuh ?)
Suaminya menuntut ia banyak mendidik anaknya dengan intens.
Suaminya berada di rumah yang ke-tiga. (!@$#% … ??? )
Ini hanya kalau loch … belum tentu terjadi.
Hanya saja Stok Sabar harus terus dipenuhi untuk menjadi istri Gw. (kaya iklan rekruitment aja)
OH No … ini kriteria yang berat.
… dan belum tentu ada akhwat satu buletan dunia ini yang sanggup memenuhinya …
Mudah-mudahan jodoh Gw udah dijatah Allah swt. Ya … Aamiin
( Satu-satu .. Daun Berguguran –
Lagu Iwan Fals yang Gw ‘Play’ di Otak Gw setiap kali ada akhwat yang Gw kenal … Menikah )
“Emmmm … Stok berkurang satu …. Mudah-mudahan jatah Gw masih ada.)
Inginnya sih Gw lihat tuh ‘Lauhul Mahfuz’ … Siapaaaa nama istriku nanti …
-Dasar Ikhwan Bandel-